7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Apa Itu Design Thinking?

Apa Itu Design Thinking

Dalam dunia bisnis, mungkin kita sering mendengar istilah design thinking. Sebenarnya, apa itu design thinking? Ya, metode ini cukup popular akhir-akhir ini. Banyak perusahaan besar di bidang teknologi mengadopsi metodi ini untuk mengembangkan produknya. Di sini, kita akan membahas lebih jauh tentang design thinking dan juga tahapan-tahapan di dalamnya.

Definisi Design Thinking

Design thinking merupakan pendekatan atau metode yang dipakai untuk memecahkan masalah secara praktis & kreatif yang mana focus utamanya pada pengguna atau users. Artinya, dalam memecahkan masalah, tim berusaha memahami kebutuhan users & menghasilkan solusi efektif guna memenuhi kebutuhan itu.

Design thinking penting sebab keputusan dibuat berdasar apa yang diinginkan pelanggan, tidak hanya dari data historis & asumsi. Jadi, desainer bisa menghasilkan sebuah layanan atau produk yang disukai lebih banyak users.

Apa Saja Tahapan dalam Design Thinking?

Ada 5 tahapan yang perlu diikuti dalam design thinking:

Empati

Empati adalah tahap pertama. Di sini, kalian harus mengenal & memahami kebutuhan, keinginan, dan apa tujuan users saat menggunakan sebuah layanan/produk. Kalian juga harus dapat mengesampingkan asumsi untuk mengumpulkan insight sebanyak-banyaknya tentang user mereka. Dengan membangun empati, desainer dapat mengambil Tindakan tepat.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan:

Konsultasi dengan ahli dalam bidang yang sesuai dengan produk

Diskusi dengan desainer lain

Interview/terlibat lebih personal guna mendapat pemahaman lebihdari sudut pandang pengguna

Mendefinisikan Masalah

Pada tahap ini, kalian akan mengumpulkan informasi yang dieroleh dari tahap pertama, lalu melakukan pengamatan guna mengetahui kebutuhan users. Fokuslah pada users/pengguna, bukan pada business goals!

Ideasi

Sekarang, saatnya kalian mencari ide-ide yang solutif yang bisa mengatasi berbagai masalah yang telah didefinisikan sebelumnya. Tahapan ini juga bertujuan untuk mengasilkan sudut pandang & ide-ide baru sebanyak mungkin.

Banyak sekali jenis Teknik ideasi yang bisa digunakan para desainer. Misalnya adalah bodystorming, mind mapping, dll. Dari ide-ide yang terkumpuk, kalian harus mengevaluasi tiap-tiap ide untuk menemukan gagasan yang paling bagus.

Membuat Prototype

Tahap selanjutnya adalah membuat prototype. Prototype adalah produk yang kalian kembangkan dengan versi diperkecil. Bisa juga, prototype diartikan sebagai sampel atau simulasi. Desainer biasanya akan membuat prototype dalam bentuk paper mockup, digital mockup, sketsa, dll. Dengan prototype, desainer bisa menguji ide & desain yang dibuat.

Keuntungan lain dari membuat prototype adalah lebih mudah mengetahui desain yang bisa berfungsi dengan baik, bisa mengidentifikasi apakah ada masalah pada desain/fungsi produk, dan memperoleh pandangan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan layanan/produk yang kalian kembangkan.

Menguji

Yang terakhir harus kalian lakukan adalah melakukan tes atau pengujian. Di sini, kalian bisa melihat bagaimana target pengguna kalian berinteraksi dengan prototype yang telah kalian buat. Tahap pengujian juga menghasilkan feedback berharga untuk peningkatan performa.

Tujuannya untuk mendeteksi kesalahan & masalah kegunaan sejak awal. Tapi, tahap ini bisa jadi bukan yang terakhir. Jika timbul masalah-masalah baru, kalian harus Kembali lagi ke tahap-tahap yang sebelumnya.

Setelah memahami apa itu design thinking, dapat disimpulkan bahwa metode ini berperan penting dalam memastikan bahwa produk kalian memenuhi kebutuhan target pengguna. Memang tidak mudah untuk menerapkan metode ini. Tapi jangan khawatir, kalian bisa mendaftar di StartupStudio dan akan mendapatkan banyak manfaat seperti mentoring secara daring, bimbingan langsung dari pakar ternama, dll.

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar