7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Tim 2BHD Kembali Lapor ke Bawaslu, Nama Ketua DPRD Kotabaru Turut Disebut-sebut

Tim hukum 2BHD

TanahBumbu.com, KOTABARU - Lima orang tergabung dalam tim hukum 2BHD (Burhanudin-Bahrudin), Jumat (23/10/2020) malam lalu kembali mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan Jamrud, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Tim hukum 2BHD itu kembali melaporkan dugaan pelanggaran Pilkada, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru. Kali ini yang mereka laporkan ke Bawaslu adalah Ketua DPRD dan beberapa orang anggotanya.

Penyampaian pelaporan ke Bawaslu dengan No.004/LP/PB/Kab/22.09/X/2020 oleh salah tim 2BHD, Subhan SH.MH. Laporan menyeret nama sejumlah wakil rakyat, terkait foto pemasangan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon nomor urut 01 yang melibatkan foto ketua dan anggota DPRD Kotabaru.

"Sudah dilaporkan dan diterima Bawaslu. Setelah laporan ini, dua Bawaslu akan mempelajari," kata Subhan kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (23/10/2020) malam.

Ketua Bawaslu Mohamad Erfan melalui Kodiv Penanganan Pelanggaran Akhmad Gafuri membenarkan, pihaknya telah menerima penyampaian laporan oleh tim hukum 2BHD terkait dugaaan pelanggaran pikada.

Menurut Gafuri, terkait laporan itu akan dilakun kajian syarat moril dan materil selama beberapa hari. Selain diperlukan cerita kroonoligis kejadian soal laporan. Jika sudah terpenuhi, termasuk syarat moril dan materil kembali dilakukan klarifikasi.

"Seperti biasa. Ada alur penanganannya," jelas Gafuri kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (24/10/2020) malam saat dikonfirmasi melalui teleponnya.

Mengakui prihal dilaporkan tim hukum 2BHD, terkait alat peraga kampanye paslon nomor urur 1 yang melibatkan foto ketua dan anggota DPRD Kotabaru.

Sementara itu, Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis tidak menepis, ia dan beberapa anggota di DPRD dilaporkan ke Bawaslu terkait foto dilibatkan di APK paslon 01.

"Iya ada juga dapat info. Cuma saya belum tahu siapa yang masang dan dimana saja posisinya," ujarnnya.

Apakan memenuhi panggilan Bawaslu? "Akan kita liat nanti. Karena pencetakan dan pemasangan tanpa sepengetahuan dan ada minta ijin ke kita," singkat Syairi.

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar