7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Dengan Memperingati Hari Jadi Kecamatan Satui, Berikut Ini Sajian Pembahasan Satui

Dengan memperingati hari jadi kecamatan Satui, berikut ini sajikan pembahasan Satui

Dengan memperingati hari jadi kecamatan Satui, berikut ini kami sajikan pembahasan mengenai Satui. Satui adalah salah satu pemukiman tertua yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, lebih dulu daripada Pagatan, nama daerah Satui ini telah ada di dalam Hikayat Banjar pada tahun 1663 sebagai salah satu daerah Kesultanan Banjar.

Pada zaman kolonial Hindia Belanda, Satui memiliki status Distrik Satui bagian dari Onderafdeeling Tanah Laut menurut Staatsblad pada tahun 1898 no. 178. Distrik Satui memiliki batasan di Timur dengan Lansekap Sabamban dan juga di sebelah Barat dengan Distrik Pleihari. Pada tahun 1902, Satui masih merupakan bagian dari onderafdeeling Tanah Laut. Pada tahun 1950 Satui digabung ke dalam Kabupaten Kotabaru.

Kecamatan satui adalah bagian dari wilayah administratif di kabupaten Tanah Bumbu kalimantan selatan ibu kota kecamatan yang berada di desa sungai danau beberapa desa yang menjadi pusat dalam kegiatan diantaranya adalah sungai cuka, setarap, jombang, satui barat, satui timur, sumber arum, bukit baru, sekapuk.

Pembangunan di Satui sangat cepat, penghasilan dari penduduknya juga bisa dibilang tinggi. Sebagian besar penduduknya adalah pendatang baru dari daerah lain, sedangkan penduduk aslinya adalah orang dari desa Satui barat, atau yg biasa disebut dengan Satui Kampung. Karena banyak terdapat batu bara di Satui ini, maka banyak juga terdapat tambang-tambang batu bara di kecamatan Satui. Batu bara Satui juga salah satu penyumbang terbesar bagi bahan bakar PLTU di Kalimantan Selatan.

Pada peringatan hari jadi kecamatan Satui, para masyarakat selalu mengenang sejarah pahlawan yang bernama Kiai Idham Chalid.

Kiai Idham Chalid adalah seorang ulama terkemuka dan merupakan seorang pahlawan nasional yang lahir di Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dalam sejarahnya, Kiai Idham Chalid lahir pada 27 Agustus 1921 di Satui. Kiai Idham Chalid merupakan anak sulung dari lima bersaudara dari Muhammad Chalid. Pada usia 6 tahun, Kiai pernah dibawa ke Amuntai, kampung leluhur ayah Beliau.

Idham Chalid kecil tercatat pernah disekolahkan di Sekolah Rakyat yang dibentuk oleh Belanda sebelum akhirnya mondok di Pesantren Modern Gontor selama lima tahun. Jika anak seusia Beliau lazimnya menghabiskan waktu selama tujuh hingga delapan tahun di Gontor, maka Idham Chalid hanya memerlukan waktu selama lima tahun.

Sejak tahun 1952, Idham Chalid muda mulai aktif di Pemuda Ansor, organisasi kepemudaan dibawah bendera Nahdatul Ulama. Dua tahun kemudian, Beliau dipercaya memegang jabatan sebagai Sekretaria Jendral PBNU, dan pada usia 34 tahun, Beliau sudah menjabat sebagai Ketua PBNU. Di usia Beliau saat itu tentu relatif muda untuk seseorang yang menduduki jabatan sebagai pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Kiai Idham ini adalah sosok cerdas yang bisa menguasai banyak bahasa asing, di antaranya, bahasa Arab, Belanda, Inggris, Jepang dan Jerman. Satu hal yang terbilang mengejutkan, ternyata Kiai Idham Chalid ini juga pernah bersekolah di Pagatan, Tanah Bumbu. Tetapi, tidak merincikan lebih dalam di sekolah mana Kiai Idham Chalid menimba ilmu ketika di Pagatan.

Menurut para tokoh Satui, dengan pembacaan sejarah singkat dari Kiai Idham Chalid pada peringatan hari jadi kecamatan Satui ini diharapkan sebagai salah satu upaya supaya masyarakat di Satui mengetahui adanya seorang tokoh nasional yang lahir di Satui. Ini juga dalam rangka mempelajari sejarah kota Satui yang sudah berusia 357 tahun.

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar