7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Warga Maju Bersama Tanahbumbu Dambakan Jalan Beraspal, Jembatan Penghubung Terancam Putus

Kondisi oprit jembatan menuju Desa Maju Bersama ambles tergerus air sungai. Belum bisa dilakukan penanganan oleh pemerintah daerah, karena terganjal status jalan milik perusahaan
Kondisi oprit jembatan menuju Desa Maju Bersama ambles tergerus air sungai. Belum bisa dilakukan penanganan oleh pemerintah daerah, karena terganjal status jalan milik perusahaan.

TanahBumbu.com, BATULICIN - Desa Maju Bersama, salah-satu desa di Kecamatan Batulicin, Tanahbumbu kondisinya cukup memprihatinkan.

Selain ketidaktersediaan leding untuk kebutuhan air bersih, juga minim infrastruktur memadai seperti jalan.

Sudah puluhan tahun warga desa tidak pernah menikmati jalan mulus beraspal.

Ironis, tidak cuma jalan poros yang setiap hari digunakan untuk aktivitas, namun kondisi jalan lingkungan pun hanya terhampar batu (perkerasan).

Pengamatan di lapangan, selain infrastruktur jalan cukup memprihatinkan, ketika hujan becek, badan jalan kerap tergenang banjir.

Saat musim kemarau kondisi jalan berdebu.

Paling memprihatinkan akses penghubung warga dari satu Rukun Tetangga (RT) ke RT lainnya pun terancam terganggu.

Jembatan sebagai akses penghubung di empat RT di desa tersebut, mulai rusak.

Oprit jembatan dari rangka kayu diuruk tanah, sudah ambles dan berlubang di dua oprit jembatan lantaran tergerus arus deras sungai bawah jembatan tersebut.

Warga sangat mengharapkan adanya pengaspalan jalan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanahbumbu.

"26 tahun lebih saya tinggal di sini, belum pernah diaspal. Ini masih mendingan ada batu-batunya. Itupun dilakukan oleh perusahaan. Di sini kan ada perusahaan, PT KAM," kata Tumini warga RT 01, Desa Maju Bersama, Rabu (12/2/2020).

"Sangat mendambakan sekali kondisi jalan beraspal. Tidak tahu kapan. Dari anak-anak kecil, sampai besar sampai punya satu cucu belum pernah jalan ini beraspal," tutur Tumini.

Selama puluhan tahun kondisi jalan tidak beraspal, sangat menyulitkan warga.

Apalagi setelah badan jalan terendam banjir, karena becek.

Musim kemarau jalan berdebu.

Sekretaris Desa (Sekdes) Maju Bersama, Mansyah mengakui jalan utama digunakan masyarakat selama puluhan tahun tidak pernah di aspal.

Menurut Mansyah, menjadi permasalahan belum bisa dilakukan peningkatan atau pengaspalan jalan utama, karena terganjal status.

Lanjut dia, status jalan masih milik perusahaan.

Belum dihibahkan ke pemerintah daerah.

Pihak desa, sambung dia, sudah mengurus ke perusahaan.

Meminta agar jalan dihibahkan, namun belum ada realisasi.

"Setiap bulan kami (kades) menanyakan ke perusahaan. Tapi sampai saat ini belum bisa menemui pimpinan perusahaan," terang Mansyah.

Disinggung kondisi jalan lingkungan, Mansyah tidak menepis, sampai sekarang tidak satu pun ada yang diaspal.

Kondisi wilayah rawan banjir, sehingga pihaknya masih melakukan pembenahan infrastruktur seperti siring.

"Ya, belum ada satu pun jalan lingkungan yang beraspal," tegas Mansyah.

Sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/02/12/warga-maju-bersama-dambakan-jalan-beraspal-jembatan-penghubung-terancam-putus
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar