7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Tiga Bulan, Sungai Satui Tanahbumbu Sudah 4 Kali Tercemar Limbah, Anakan Ikan dan Udang Mati

Dugaan Nelayaan asal tercemarnya air sungai di Sungai Satui, Jumat (31/1/2020)    Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Tiga Bulan, Sungai Satui Tanahbumbu Sudah 4 Kali Tercemar Limbah, Anakan Ikan dan Udang Mati
Dugaan Nelayan asal tercemarnya air sungai di Sungai Satui, Jumat (31/1/2020)

TanahBumbu.com, SATUI - Untuk kesekian kalinya, air sungai Satui kembali tercemar dan mengakibatkan air sungai berubah warna keruh ke jingga-jinggaan.

Dalam kurun waktu 3 bulanan, sudah 4 kali air sungai ini tercemar, terakhir hari ini warga nelayan kembali temukan ikan yang mati di Sungai Satui Kabupaten Tanahbumbu Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (31/1/2020).

Nelayan sungai kembali berteriak, lantaran sudah sangat kecewa dengan pihak terkait penanganan pencemaran dari limbah yang belum diketahui warga penyebabnya. Mereka yang bergantung pada sungai sebagai tempat mata pencahariannya harus stop.

Misalnya saja, Zaki nelayan Sungai Danau Kecamatan Satui. Dia merasa kecewa dengan pihak pemerintah yang hingga saat ini belum ada solusi dan penyelesaiannya.

Selama tiga bulan, dia harus menganggur, sebab beberapa kali mencoba mencari ikan, selalu gagal. Bukannya mendapatkan ikan sungai dan udang sungai, malah rugi bensin karena keadaan air sungai yang tercemar.

Ikannya dan udangnya sudah habis, apalagi anakan ikan dan udang, juga sudah turut mati. Karena sudah sebanyak 4 kali air tersebut tercemar dan kali ini, nelayan tak ada harapan lagi untuk mencari nafkah di sungai tersebut beberapa lama kedepan.

"Sudah selesai, habis sudah nasib kami di sungai ini. Tempat pencaharian kami di sungai, malah dicemari dan membuat ikan dan udangnya mati karena limbah beracun," katanya.

Sejak Oktober 2019 lalu, sudah kami surati DLH hingga Bupati Tanahbumbu, namun hingga saat ini belum ada penyelesaian. Sejak saat itu, dirinya sudah menganggur, dan terpaksa harus bekerja serabutan bila ada yang bisa dikerjakan.

"Sudah tiga bulan saya menganggur, kadang untuk memenuhi kebutuhan ya terpksa saya ikut jadi tukang yang tidak menentu penghasilannya," katanya.

Menurut Zaki, dia melihat pembuangan limbah tersebut berasal dari wilayah Pabilahan. Disana menjadi sumber limbah itu masuk dan dirinya mengaku tidak tahu apa yang ada diatas, apakah tambang atau perkebunan.

Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Tanahbumbu juga sempat menelponnya terkait apa yang dikerjakannya sekarang dan dia bilang menganggur. Terkait sejumlah tuntutan warga agar ada penggantian bibit di sungai, sebab sekarang ini sudah tidak tersisa lagi.

Sejak tercemarnya yang pertama, ikan mati banyak sekali, disusul yang kedua, ketiga dan tetakhir ke empat kali ini.

"Ikan yang mati banyak sekali. Pa Rahmat (DLH) ada telpon saya dan mengabarkan ada penggatian bibit bantuan dari sejumlah perusahaan tapi hingga sekarang belum ada kabar kelanjutannya," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahbumbu, Rahmat, saat dihubungi melalui telepon selulernya, tidak mengangkat. Begitu juga melalui pesan WhatsApp juga tak ada balasan.

Sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/01/31/tiga-bulan-sungai-satui-tanahbumbu-sudah-4-kali-tercemar-limbah-anakan-ikan-dan-udang-mati.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar