7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Sungai Satui Tercemar, Pemkab Tanah Bumbu Cari Solusi

Pemkab Tanah Bumbu bersama instansi terkait menggelar rapat pembahasan pencemaran Sungai Satui di Kantor Bupati
Pemkab Tanah Bumbu bersama instansi terkait menggelar rapat pembahasan pencemaran Sungai Satui di Kantor Bupati

TanahBumbu.com, SATUI - Sudah beberapa bulan belakangan ini Sungai Satui tercemar. Pencemaran diduga disebabkan dari eks bukaan lahan tambang di perbatasan Tanah Bumbu-Tanah Laut.

Pada Rabu, 5 Februari 2020 kemarin, Pemkab Tanah Bumbu bersama instansi terkait menggelar rapat pembahasan pencemaran Sungai Satui di Kantor Bupati.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, dihadiri banyak pejabat penting, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suhartoyo, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Anwar Salujang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, HM Thaha, Kadis DLH, Rahmat Prapto Udoyo, Kadis PUPR, Ansyari Firdaus, Kadinsos, Basuni, Plt. Kadis Perikanan, Yulian Herawati, perwakilan Dinkes, Kabag Ekonomi, Didi Al Hamidi, Kabag Hukum, Irwan, Camat Satui, Heri Kurbiansyah, dan perwakilan Kapolsek Satui serta beberapa pihak lain yg terkait.

Rapat tersebut merupakan pertemuan kesekian kali yang digelar Pemkab Tanah Bumbu untuk membahas masalah dugaan pencemaran Sungai Satui.

Sekda Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, mengatakan ada beberapa tindakan yang telah diambil pemerintah daerah terkait pencemaran itu, seperti menutup aliran pembuangan air limbah tambang yang menjadi sumber pencemaran beberapa waktu lalu, tapi hasilnya masih belum optimal.

“Pemkab telah mengambil langkah strategis penanganan berupa penutupan aliran pembuangan air limbah, kemudian melakukan upaya teknis penanganan dan normalisasi air sungai. Ini dilakukan mengingat kondisi di lapangan kita tidak bisa terus menerus menunggu respons dari pihak provinsi,” sebut Rooswandi.

Selain itu, kata Sekda, pihaknya juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Dinas ESDM Provinsi Kalsel dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel selaku instansi yang berwenang dalam urusan perizinan pertambangan. Selain tentu saja telah melakukan koordinasi dan menyampaikan surat terkait hal ini, namun belum ada informasi lebih lanjut.

Terkait menurunnya kualitas air PDAM, kata dia, untuk jangka panjang Pemkab Tanah Bumbu akan melakukan kajian teknis terkait sumber air baku PDAM Satui yang sebelumnya menggunakan sumber air Sungai Satui dengan sumber air dari pegunungan.

Sementara untuk para nelayan pencari ikan yang mata pencahariannya bergantung pada Sungai Satui, pihak Dinas Perikanan Tanah Bumbu akan melakukan pendataan secara spesifik para nelayan yang akan diberikan pengetahuan dalam pengembangan perikanan budidaya dengan pemanfaatan jaring apung dan bioflok, sehingga tidak bergantung lagi dengan Sungai Satui.

Dengan cara itu diharapkan nelayan mendapat nilai ekonomis yang lebih baik yakni beralih dari nelayan tangkap menjadi pembudidaya.

Untuk master plan besar penanganan Sungai Satui, menurut Sekda, telah dibahas beberapa waktu yang lalu dengan pihak Provinsi Kalsel, pemerintah pusat dan kabupaten. Peta sasaran utama adalah antisipasi banjir dan penanganan reklamasi.

“Untuk diketahui bersama oleh masyarakat, bahwa perusahaan pertambangan sudah menyetorkan dana jaminan reklamasi ke Pemprov Kalsel. Oleh karena itu, kita meminta kepada Pemprov agar segera direalisasikan penanganan secara konstruktif dan komprehensif, sebab ini merupakan hak masyarakat,” jelasnya.

Kepala DLH Tanah Bumbu, Rahmat Prapto Udoyo, menyebutkan penyumbang terbesar pencemaran sungai berasal dari eks bukaan lahan tambang di perbatasan Tanah Bumbu-Tanah Laut. Kemudian dari aktivitas penambang di Kabupaten Tanah Laut.

Untuk menghentikan sumber pencemaran itu, kata Rahmat, harus dilakukan rehabilitasi atau dilakukan penutupan lubang. Sementara untuk penutupan lubang tambang adalah menjadi kewenangan pihak ESDM Provinsi.

Camat Satui, Hery Kurbiansyah, mengatakan tercemarnya Sungai Satui berdampak pada terganggunya mata pencaharian para nelayan yang tidak bisa mencari ikan. Selain itu, tercemarnya Sungai Satui juga dirasakan oleh pelanggan PDAM yang mengeluhkan menurunnya kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.

“Masyarakat mengharapkan ada tindakan dan solusi dari pemerintah daerah dalam menangani pencemaran sungai ini,” ujarnya.

Sumber : https://apahabar.com/2020/02/sungai-satui-tercemar-pemkab-tanah-bumbu-cari-solusi/
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar