7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Pencemaran Sungai Satui Tak Ada Tindaklanjut, Zaki Pertanyakan Realisasi Rekomendasi Hasil RDP

Nelayan kembali menemukan ikan mati di Sungai Satui, Desa Sungaidanau, Kecamatan Satui, Tanahbumbu.

TanahBumbu.com, SATUI - Sembilan kesimpulan dituangkan dalam rekomendasi hasil Rapat Dengan Pendapat (RDP) di DPRD Tanahbumbu beberapa waktu lalu, soal penanganan tercemarnya Sungai Satui dipertanyakan warga.

Sudah lebih sepekan belum ada kabar alhasil penanganan pencemaran sesuai disepakati, sementara batas waktu dijanjikan hanya seminggu.

Belum adanya kabar, mengenai langkah kongkret pihak terkait upaya mengakhiri penyebab pencemaran sungai membuat nelayan kembali cemas. Sebab, Kamis lalu warga kembali menemukan puluhan ikan mati mengapung di sungai tersebut.

"Belum tahu apa hasilnya. Padahal pertemuan di DPRD lalu, janjinya hanya seminggu. Sekarang sudah lebih," kata Muhammad Zaki salah seorang nelayan

Menurut Zaki, mereja kembali dibuat cemas oleh ancaman akan tercemarnya kembali Sungai Satui. Hasil penelusuran sungai setelah ditemukannya lagi puluhan ikan yang mati, ditemukan lagi indikasi penyebab pencemaran.

"Aku mengira penyebab pencemaran dari mana lagi. Ternyata keluarnya masih sama, dari Sungai Tambilahan juga," terang Zaki.

Bahkan, lanjut Zaki, tidak hanya menelusuri penyebab dugaan Sungai Satui kembali tercemar. Ia juga mengambil dan menyerkan sample air yang diduga tercemar dan menyerahkannya ke kantor desa.

"Dari DLH memang ada menghubungi soal itu. Aku jelaskan. Dan, pihak dari DLH juga sudah turun ke lokasi. Tiga hari terakhir ini memang agak aman. Takutnya kalau hujan sungai bisa tercemar lagi," bebernya.

Ketua DPRD Tanahbumbu H Supiansyah didampingi Wakilnya HM Alpiya Rakhman mengatakan, rekomendasi hasil kesimpulan RDP terkait pencemaran sudah disampaikan dan sudah protokoler Pemerintah Provinsi.

Untuk tindak lanjutnya, tambah Supiansyah, tiga unsur pimpinan dewan akan bertemu langsung dengan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, membahas masalah tersebut.

Supiansyah mengharapkan Gubernur Kalsel serius terkait penanganan perncemaran Sungai Satui, karena penyebab tercemarnya Sungai Satui akibat eks kegiatan tambang batu bara di perbatasan.

"Kita mengharap keseriusan dari Gubernur," pinta Supiansyah saat dikonfirmasi.

Menurut Alpiya, wacana itu untuk jangka panjang. Dengan harapan, ketika air Sungai Satui kembali tercemar tidak terdampak pada sumber air baku PDAM.

"Tapi itu kan jangka panjang, sebab perlu dilakukan kajian. Namun bila tidak seperti itu kapan lagi. Karena ada tambang ada sawit," pungkas Alpiya.

Perlu Kajian dan Anggaran

Menanggapi wacana pemindahan sumber air baku terkait dengan tercemarnya Sungai Satui, Direktur PDAM Tanahbumbu Ahmad Sobari, tidak menepis. Ia mengakui sudah mengetahui wacana tersebut melalui pemberitaan media massa.

Namun menurut Sobari, untuk memindahkan sumber baku tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Perlu ada kajian-kajian yang harus dilakukan, selain juga diperlukan anggaran cukup besar.

Selain sumber air baku PDAM, nelayan juga terdampak pencemaran tersebut. Karena Sungai Satui sumber kehidupan masyarakat.

"Sebenarnya PDAM juga korban. Kalau sumber air baku dipindahkan, warga seperti nelayan yang bergantung dengan air sungai masalah mereka juga tidak akan selesai," ujar Sobari.

Maka dari itu, Sobari menyarankan permasalahan menjadi penyebab pencemaran yang seharusnya ditangani secara serius.

"Karena sesuai aturan, badan air itu harus bersih (tidak tercemar)," pungkas Sobari.

Sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/02/24/pencemaran-sungai-satui-tak-ada-tindaklanjutzaki-pertanyakan-realisasi-rekomendasi-hasil-rdp
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar