7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Kesimpulan RDP Soal Pencemaran Sungai Satui akibat Tambang, Waket DPRD Tanbu akan Menghadap Gubernur

Wakil Ketua DPRD Tanbu H Alpiya Rakhman
Wakil Ketua DPRD Tanbu H Alpiya Rakhman

TanahBumbu.com, SATUI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanahbumbu menegaskan, setelah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) tidak menghendaki lagi ada warga mengeluhkan terkait pencemaran eks tambang mencemari Sungai Satui.

RDP dihadiri semua pihak terkait di daerah, ESDM Provinsi Kalsel, Jumat (14/2/2020) lalu.

Sembilan poin hasil kesimpulan di antaranya yang ditegaskan dalam rekomendasi yaitu penanganan atau rehabilitasi eks lubang tambang.

"Saat ini surat (rekomendasi) masih dibuat," kata Wakil Ketua I DPRD Tanahbumnu HM Alpiya Rakhman, Senin (17/2/2020).

Rekomendasi secepatnya akan disampaikan ke Gubenur Kalsel, dengan harapan ada penanganan secara cepat dan serius eks lubang-lubang tambang yang selama ini ditengarai penyumbang terbesar pencemaran Sungai Satui.

"Rekomendasi disampaikan langsung kepada Gubernur oleh unsur pimpinan dewan. Ya, disampaikan setangan," jelas Alpiya.

Dengan penanganan cepat dan serius lubang-lubang eks tambang di Satui dan wilayah perbatasan Tanahlaut-Tanahbumbu, diharapkan Alpiya, setelah itu tidak ada lagi masyarakat mengeluh.

Lanjut Alpiya, pihaknya di DPRD empati dengan keluhan warga, tidak kecuali nelayan yang menggantungkan hidup dari air Sungai Satui.

"Dilakukan penanganan secepatnya, kami berharap apa yang selama ini keluhkan seluruh masyarakat tidak terulang lagi," bebernya.

Apalagi saat ini memasuki musim penghujan, tercemarnya Sungai Satui akan tetap menjadi ancaman jika tidak ada tindakan segera. Bukan hanya sebatas wacana.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Tanahbumbu H Rooswandi Salem juga menegaskan, terkait pencemaran Sungai Satui.

Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup, sudah berupaya maksimal.

Hanya hasilnya belum optimal, karena pencemaran disebabkan eks lubang tambang masih terjadi.

Sementara reklamasi/rehabilitasi bukan di kabupaten setelah kewenangan berpindah ke provinsi.

Rooswandi juga sempat menyentil, lubang eks tambang ditengarai menjadi penyumbang pencemaran karena kegiatan penambangan tanpa izin (Peti).

Meski demikian bukan kewenangan kabupaten, namun diharapkan ada gerakan dari aparat penegak hukum.

Sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/02/17/kesimpulan-rdp-soal-pencemaran-sungai-satui-akibat-tambang-waket-dprd-tanbu-akan-menghadap-gubernur
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar