7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

ESDM Tanahbumbu Tak Pernah Respon DLH, Rahmat : Eks Tambang Penyebab Pencemaran Harus Direklamasi

Kadis Lingkungan Hidup Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo
Kadis Lingkungan Hidup Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo

TanahBumbu.com, SATUI - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo lebih terbuka. Ditegaskannya pencemaran di sungai Satui, Desa Sungaidanau, Kecamatan Satui Tanahbumbu terus terjadi bila sumber penyebab pencemaran tidak segera ditanggulangi.

Menurut Rahmat, diketahui menjadi sumber penyebab pencemaran eks bukaan lahan tambang di perbatasan Tanahbumbu-Tanahlaut sebagai penyumbang terbesar pencemaran.

Untuk menghentikan sumber pencemaran, eks bukaan lahan tambang mengandung air dengan tingkat keasaman yang tinggi harus dilakukan rehabilitas (penutupan).

"Satu-satu cara jadi harus direhab (tutup) lubangnya," tegas Rahmat.
Sementara untuk melakukan penutupan lubang tambang, lanjut Rahmat, menjadi kewenangan pihak Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi.

"Kami, DLH Kabupaten dan DLH Provinsi hanya bisa memberikan masukan. Dan, itu sudah kami lakukan," terang Rahmat.

Menjadi kewenangan ESDM Provinsi melakukan rehab, sambung Rahmat, karena hanya ESDM memiliki dana jaminan reklamasi (Jamrek). "Kan dana jamrek ada. Itu yang digunakan untuk rehab. DLH dari mana dananya," bebernya.

Awal terjadi pencemaran sungai Satui, pada Oktober 2019 lalu DLH Kabupaten beberapa kali sudah bersurat ke ESDM Provinsi. Meminta eks bukaan tambang menjadi sumber penyebab pencemaran ditutup.

Namun surat dilayangkan DLH Kabupaten tidak pernah ada respon ESDM Provinsi. "Sama. Sekali belum ada respon," ucap Rahmat.

Hanya yang bida dilakukan DLH Kabupaten, selama terjadi pencemaran. Menutup aliran air datang dari eks tambang berada di perbatasan Tanahbumbu-Tanahlaut.

"Itu sudah kami lakukan. Tapi tidak bertahan lama, akan jebol terus bila sumber pencemaran di atasnya itu tidak ditutup. Jadi itu yang harus direhab, sementara kewenangannya ESDM Provinsi," tandas Rahmat.

Sebelumnya, hingga berita kembali di lansir, ratusan nelayan resah tercemarnya sungai Satui. Mereka tidak bisa menangkap ikan dan udang di sungai dalam tiga bulan terakhir ini.

Sungai satu-satunya sumber penghasilan dan penghidupan mereka, mayoritas yang tinggal di bantaran sungai. Mengais rizki dari hasil sungai untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak.

Selain, sumber penghidupan masyarakat. Air sungai Satui merupakan sumber air baku PDAM untuk keperluan konsumsi ribuan masyarakat.

Tak heran, mereka yang menggantungkan hidup dari air sungai itu terus teriak, sepanjang sumber pencemaran tidak ditangani serius dari pihak-pihak terkait. Baik instansi kabupaten, terlebih pihak terkait di Provinsi.

Sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/02/05/esdm-tanahbumbu-tak-pernah-respon-dlh-rahmat-eks-tambang-penyebab-pencemaran-harus-direklamasi
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar