7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

DUGAAN Penyerobotan Lahan dan Keluarga Pemilik Laporkan PT PPN ke Polda Kalsel

Keluarga  pemilik lahan bersertifikat di Desa Sungai Cuka, Satui Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) didampingi pengacaranya, Nadiv Audah SH dan rekan

TanahBumbu.com, SATUI - Keluarga  pemilik lahan bersertifikat di Desa Sungai Cuka, Satui Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) didampingi pengacaranya, Nadiv Audah SH dan rekan, datang dan melaporkan kasusnya ke Mapolda Kalsel, Senin (24/2/2020).

Rombongan pada awal menyampaikan laoporan ke petugas di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), sebagai surat tanda laporan polisi dan mendapat Nomor Nomor: STTLPIA3 /I1/ 2020/SPKT.

Kemudian olah petugas setempat dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) sebagai tindak lanjut proses atas laporan tersebut.

Pelapor Ajizah, warga Gang Setia Budi Rt Rw 15/ 000 Kelurahan Desa Sungai Cuka, Satui Kabupaten Tanbu, saat itu bersama keluarganya.

“Iya saya bersama mereka  telah melaporkan tentang peristiwa dugaan  tindak pidana berupa penyerobotan tanah, dan memasuki pekarangan dilakukan  PT Pama Persada Nusantara (PPN) sebagai kontraktor dari PT Arutmin Indonesia,” kata Nadiv Audah SH dan rekan, kepada wartawan, ketika itu.

Dicertitakan itu sudah terjadi sejak tanggal 18 September 2019, bahkan sudah pula dilakukan somasi, tapi tak ada tanggapan positifnya.

“Dalam laporan kami sampaikan atas dugan melanggar Pasal 389 KUHP sub 167 KUHP,” tambahnya.

Tanah milik klien-nya Itu kurang lebih luasnya 12.000 M2, dan jadi masalah lokasi tanah  di belakang masuk miliknya sudah ada penambangan, yang dilakukan perusahaan itu.

“Terus terang di sini kami sudah melakukan somasi beberapa waktu  lalu.

Dan somasi itu cuma salah satu perusahaan yang menanggapinya dengan baik.

Makanya kami harus melakukan pelaporan ke Polda sebagai kontraktor dari PT Arutmin ini,” jelasnya lagi.

Dikatakan,  pengerukan  ke dalaman tanah di belakang milik kliennya kurang lebih 15 meter.

“Sebelumnya memang sudah ada berkomunikasi dengan pihak perusahaan khususnya dengan PT Arutmin. Namun tidak ada hasil, ya kurang lebih sejak 2018.

Bahkan sebelumnya pula pelapor sudah memberikan teguran kepada pihak perusahaan, juga tidak ada tanggapan dan sampai saat ini,” jelasnya.

Maka langkah kini, membuat laporan dan semua diserahkan ke pihak kepolisian.

“Kita berharap, percayaan dan keyakinan juga akan adanya objektif dalam menangani kasus ini,” pungkas Nadiv Audah SH.

Sumber : https://suarindonesia.com/dugaan-penyerobotan-lahan-dan-keluarga-pemilik-laporkan-pt-pn-ke-polda-kalsel
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar